Sabtu, 24 April 2021

 JARINGAN KOMPUTER 



TUGAS PERTEMUAN 6 PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 

NAMA :    ELSALIANA

NIM:         19190017

KELAS :     19.2A.28


TUGAS 1

Buatlah jaringan komputer sederhana dengan menggunakan 2 buah laptop. Serta pastikan kedua device tersebut saling terkoneksi.



TUGAS 2

 

Buatlah jaringan komputer sederhana dengan menggunakan 5 buah laptop dan 1 buah swicth. Serta pastikan semua device tersebut saling terkoneksi.



TUGAS 3

 

Buatlah jaringan komputer  sederhana dengan menggunakan 4 buah laptop dan 1 switch. Lakukan pengujian untuk melihat apakah semua perangkat masih dapat terkoneksi.

 
















Selasa, 13 April 2021

 Tugas Jaringan Komputer 

Pertemuan-05

                                                          

    Resume Jaringan Komputer   

 

Nama : ElsaLiana
Kelas : 19.4A.28
NIM : 19190017

 



Topologi Jaringan : Pengertian, Fungsi, Macam Topologi Jaringan serta Kelebihan dan Kekurangannya. 

 



Pengertian Topologi Jaringan 

    Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan penggunaan. Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, tetapi kita tak menyadarinya. Topologi pertama yang digunakan adalah topologi bus. Semua topologi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Macam-Macam Topologi Jaringan

    Metode untuk membuat topologi jaringan memiliki banyak variasi, tergantung pada pilihan dan kebutuhan penggunanya. Masing-masing metode memiliki kekurangan dan kelebihan. Berikut ini adalah macam-macam topologi jaringan.

1. Topologi Ring




 Ini adalah metode topologi jaringan yang banyak digunakan di perusahaan. Sesuai dengan namanya, metode ini menghubungkan antarkomputer dengan cara membentuk rangkaian seperti sebuah lingkaran.Untuk membuat jaringan berbentuk lingkaran tertutup seperti sebuah cincin, setiap komputer perlu dihubungkan secara seri satu sama lain. Sistem topologi jaringan berbentuk ring dibuat untuk bisa saling berinteraksi dalam keadaan dekat atau jauh. 

Ciri khusus topologi ring adalah menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable membentuk jaringan menyerupai lingkaran sederhana yang terdiri dari beberapa node disusun secara seri.  Pergerakan data berjalan satu arah sehingga tidak ada kemungkinan untuk bertabrakan.

Cara kerja topologi jaringan ring dijelaskan sebagai berikut.

1. Setiap node pada sentral memiliki penguat sinyal di kedua sisinya. Sehingga, setiap perangkat saling bekerja sama untuk menguatkan sinyal. Alat bernama token akan membantu saat proses penerimaan dan penerusan sinyal.

2. Token juga berfungsi sebagai pengantar data jika dibutuhkan oleh suatu node.

Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan berbentuk ring.

1. Mudah untuk dirancang.

2. Untuk level rangkaian sederhana, topologi ring termasuk lebih bagus daripada pilihan lain seperti topologi jaringan bus.

3. Mudah untuk melakukan instalasi baru.

4. Penggunaan kabel yang hemat.

5. Kecepatan aliran data lebih tinggi. 

6. Tidak memiliki risiko collision karena aliran data berjalan dengan satu arah.

Sedangkan berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan berbentuk ring.

1. Jika ada kerusakan di satu sisi, keseluruhan sistem akan terganggu.

2. Kecepatan aliran data tergantung dari banyaknya jumlah node di dalam jaringan. Jadi, tipe topologi ini tidak cocok digunakan untuk sistem yang memiliki banyak jaringan.

3. Sinyal semakin lemah jika node yang dituju jaraknya cukup jauh.

4. Proses untuk menambah atau mengurangi perangkat jaringan memengaruhi keseluruhan sistem.

2. Topologi Star 


 Topologi jaringan berbentuk star atau bintang adalah jaringan dari beberapa komputer yang memiliki koneksi dengan node yang berada di jaringan pusat. Jadi, masing-masing perangkat memiliki koneksi dengan node yang berada di tengah sistem jaringan.

Banyak perusahaan yang juga memakai sistem topologi seperti ini. Sistem kerja topologi jaringan star adalah dengan menempatkan satu jaringan sebagai pusat segala aktivitas. Segala pertukaran data dilakukan dengan melewati jaringan di pusat. Istilah yang sering digunakan dalam teknologi informasi, yakni jaringan pusat disebut stasiun primer dan node yang terkoneksi disebut sebagai stasiun sekunder. 

Ciri-ciri topologi jaringan star adalah setiap node terkoneksi langsung dengan server pusat, aliran data mengalir dari node kemudian ke server pusat lalu diarahkan ke node yang dituju. Jika ada kerusakan pada salah satu node, keseluruhan jaringan akan tetap baik-baik saja.Topologi jaringan star juga bisa dirakit dengan kabel lower karena hanya melayani satu lalu lintas, yakni ke arah pusat server. Seringnya, tipe kabel yang dipakai adalah UPT dengan konektor RJ 45. 

Cara kerja topologi jaringan star adalah dengan merancang beberapa jaringan komputer untuk terkoneksi dengan pusat yang disebut hub atau switch. Kemudian, jaringan yang berada di pusat akan menjadi semacam server sentral.

Switch, sebagai salah satu perangkat di server pusat akan menyimpan semua aliran data dari node sebagai daftar CAM (Content Addressable Memory) pada memori yang tersedia. CAM berfungsi untuk menyimpan semua alamat perangkat yang terhubung dengan switch.

Berikut ini adalah kelebihan sistem topologi jaringan star.

 1. Mudah untuk dirancang.

2. Memiliki fleksibilitas yang tinggi karena proses penambahan atau pengurangan jaringan komputer tidak akan mengganggu arus informasi.

 3. Lebih mudah untuk menemukan sumber permasalahan jika terdapat gangguan di salah satu node.

Sedangkan, berikut ini adalah kekurangan sistem topologi jaringan star.

1. Perangkat pusat menjadi penentu utama keberlangsungan seluruh sistem. Sehingga, kerusakan jaringan pusat akan menyebabkan keseluruhan sistem komunikasi menjadi terhambat.

2. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jaringan instalasi jenis ini cukup tinggi karena membutuhkan banyak kabel. Setiap satu jaringan komputer dihubungkan langsung menuju server pusat dan membutuhkan server dengan performa tinggi.

3. Topologi Tree

 

Topologi jaringan berbentuk tree (pohon) merupakan bentuk gabungan dari sistem topologi bus dan star, di mana jaringan topologi bus menjadi konektor utama beberapa topologi star. Jika diibaratkan dengan bentuk seperti pohon, topologi bus adalah batang utama yang menghubungkan beberapa topologi star sebagai rantingnya. Topologi tree sangat cocok untuk dipakai membangun jaringan yang terdiri dari banyak komputer. Karena bentuk jaringannya yang serupa dengan pohon, topologi jaringan jenis ini juga bisa disebut dengan topologi bertingkat.

Ciri-ciri topologi jaringan tree adalah memiliki kabel utama sebagai penghubung beberapa hub di jaringan star, memiliki tingkatan atau hierarki, komunikasi dalam jaringan dilakukan melalui hub, dan memiliki hub sebagai server pusat pengatur arus informasi.

Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan tree.

1. Sesuai dengan kebutuhan jaringan komputer dalam skala besar. 

2. Pengembangan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.

3. Jika salah satu stasiun sekunder mengalami kerusakan, tidak akan mengganggu keseluruhan sistem.

4. Arus informasi data dilakukan secara point to point.

Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan tree.

1. Seluruh jaringan akan tergantung dengan kabel penghubung utama.

2. Peran hub cukup penting sehingga jika terjadi kerusakan, akan menyebabkan pengaruh yang besar pada sistem topologi.

3. Sistem hierarki membuat jaringan yang berada di hierarki bawah menjadi terpengaruh dengan kerusakan sistem yang berada di atasnya.

4. Perawatan jaringan cukup susah untuk dilakukan.

5. Biaya yang diperlukan untuk membangun topologi model ini cukup mahal.

6. Instalasi topologi tree cukup susah untuk dilakukan.

7. Memiliki kemungkinan besar untuk terjadi collision di kabel utama.


4. Topologi Mesh

 

     Topologi jaringan mesh atau jala adalah sistem topologi di mana koneksi antar komputer saling terhubung secara langsung satu sama lain. Koneksi antarkomputer secara langsung seperti ini disebut dedicated link.

Pada umumnya, jenis topologi jaringan seperti ini diperuntukkan pada sistem topologi yang memiliki perangkat komputer sedikit. Jaringan topologi mesh dapat meningkatkan kecepatan proses transfer data karena langsung dikirim menuju komputer yang dituju tanpa perantara.

Ciri-ciri topologi mesh yang paling terlihat adalah menggunakan banyak kabel karena koneksi langsung dihubungkan antarkomputer. Selain itu, topologi mesh biasanya memiliki lebih dari dua port I/O, serta memiliki konfigurasi yang berbeda pada setiap node.

Cara kerja topologi mesh sangat sederhana karena data yang dikirim langsung menuju node yang ditujukan. Kabel yang saling terhubung antarkomputer membuat arus data informasi berlangsung dengan cepat.

Berikut ini adalah kelebihan topologi mesh.

1. Dengan dedicated link, data yang ditransfer mengalir lebih cepat ke komputer yang dituju.

2. Kerusakan salah satu komponen tidak akan memengaruhi komponen jaringan yang lain.

3. Keamanan data terjamin dibandingkan dengan topologi jenis lainnya.

4. Mudah mengidentifikasi sumber kerusakan jika terjadi gangguan.

Berikut ini adalah kekurangan sistem topologi mesh:

1. Menggunakan banyak kabel dan port I/O.

2. Proses instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.

3. Biaya yang diperlukan menjadi lebih tinggi.


5. Topologi Hybrid


 Topologi jaringan jenis hybrid merupakan gabungan dari dua atau lebih jenis topologi jaringan yang berbeda. Biasanya, topologi seperti ini digunakan pada perusahaan yang mengambil alih perusahaan lain.

Berikut ini adalah kelebihan topologi hybrid.

1. Fleksibel dan efisien karena dapat memadukan tipe jaringan topologi yang berbeda tanpa perlu melakukan perombakan.

2. Tipe jaringan bisa disesuaikan dengan tujuan tertentu.

3. Kecepatan jaringan cukup stabil. 

Berikut ini adalah kekurangan topologi hybrid.

1. Biaya pengelolaan dan perawatan menjadi cukup tinggi karena skema topologi gabungan cukup rumit.

2. Instalasi jaringan cukup susah untuk dibangun.

3. Jaringan tipe ini membutuhkan perangkat jaringan yang cukup banyak, yaitu hub, switch, router, access point, LAN card, dan wireless card.

6. Topologi Linear

 

 

    Topologi jaringan linear disebut juga topologi runtut. Topologi linear dirangkai dengan urut menggunakan kabel utama yang dihubungkan pada setiap titik yang terdapat dalam komputer. Ciri utama topologi linear adalah memiliki skema yang serupa dengan topologi bus dan menggunakan konektor BNC serta kabel RJ 58.

Berikut ini adalah kelebihan topologi jaringan linear:

1. Mudah dalam melakukan pengembangan jaringan.

2. Efisien dalam pemakaian kabel sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi rendah. 

3. Skema jaringan sederhana dan mudah untuk dibangun.

4. Proses penambahan atau pengurangan terminal tidak mengganggu sistem yang sedang berjalan.

Berikut ini adalah kekurangan topologi jaringan linear.

1. Potensi untuk terjadi collision cukup tinggi. Karena itulah, topologi jenis ini hanya sesuai untuk jaringan komputer dalam skala kecil.

2. Keamanan data kurang terjamin.
3. Jika ada penambahan jumlah pengguna, proses transfer data akan menjadi lamban.

4. Wajib menggunakan perangkat tambahan seperti repeater untuk koneksi jarak jauh dan terminator.

5. Ada batasan maksimal jumlah node yang bisa tersambung dalam satu sistem topologi.

6. Rusaknya kabel penghubung utama akan membuat keseluruhan sistem akan rusak.

7. Sulit untuk mendeteksi kerusakan jika terjadi masalah.


7. Topologi Peer to Peer


     Topologi jaringan peer to peer adalah topologi jaringan yang menghubungkan dua komputer dengan satu buah kabel. Bisa dibilang bahwa topologi jaringan jenis ini adalah yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lain.

Setiap komputer di dalam jaringan topologi peer to peer dapat saling berinteraksi tanpa adanya server. Setiap komputer bisa menjadi client dan server secara bergantian.Kelebihan topologi jaringan peer to peer adalah komunikasi dapat dilakukan tanpa perangkat tambahan seperti hub dan switch, biaya yang diperlukan murah, dan proses instalasi mudah untuk dilakukan.

Kekurangan topologi jaringan peer to peer adalah keamanan data yang kurang terjamin, proses penyimpanan data tergantung dari computer, sehingga jika komputer mengalami kerusakan, akan mengganggu proses arus data.

sumber : https://www.pelajaran.co.id/2019/18/topologi-jaringan.html

 

Selasa, 06 April 2021

 Video pembelajaran jaringan komputer pertemuan 4 : instalasi media transmisi jaringan

Kemampuan Akhir Yang direncakan : mahasiswa mengidentifikasi jenis-jenis media transmisi jaringan berupa kabel UTP serta mengikuti Produser Pembuatan Kabel UTP.

Bahan kajian (materi pembelajaran)

1. Instalasi Media Transmisi Jaringan

2. Pembuatan jaringan sederhana peer to peer


Peralatan Instalasi pembuatan jaringan sederhana


Terdapat beberapa alat yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer sederhana:


1. Laptop / Komputer / End Device

2. Media Transmisi

3. Perangkat Jaringan


Langkah – langkah pembuatan jaringan sederhana 

Jaringan komputer sederhana merupakan jaringan komputer yang terdiri dari dua atau beberapa komputer, dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi (peer to peer).


Peralatan instalasi :

1.      Crimping Tool


 




    •         Memotong Kabel

    •         Melepas Pembungkus Kabel

    •         Memasang Konektor




2.      LAN Tester



 

   •         Melihat koneksi antar kabel, apakah pin-pin yang terkoneksi sesuai dengan konfigurasi.


3.      Kabel UTP


 




4.      Konektor RJ-45

 



Membuat Kabel Straight Trought & Cross Over

1. Menyiapkan kabel UTP

2. Pastikan panjang kabel UTP sesuai dengan kebutuhan

 



3. Kupas kulit kabel sesuai dengan konektor rj45

4. Pisahkan gelang-gelang warna


5.      Membentuk kabel straight trought & cross over


6.      Susun urutan warna sesuai dengan kebutuhan jaringan



7.      Dan pastikan pula ujung kabel dipotong sama rata


8.      Jika urutan kabel telah sesuai dan dipotong sama rata, Maka masukanlah kabel UTP tersebut kedalam konektor


9.  Rapatkan konektor menggunakan crimping tool


 


10.  Uji konektifitas kabel UTP menggunakan LAN Tester

 



Silakan simak Video pembelajaran



Sumber Video 

Judul Vidio             : Cara Membuat Jaringan LAN Sederhana - Cisco Packet Tracer
Channel Youtube   : Ratware
Di Upload               : 30 November 2019
Link Youtube          :  https://www.youtube.com/watch?v=9br6yp7r4Tk



Jumat, 02 April 2021

 

 RESUME PERANGKAT JARINGAN


Mengenal Apa Itu Repeater dan Fungsinya


Berbicara tentang repeater, maka bahasannya tidak akan jauh dari jaringan internet. Dalam artikel sebelumnya tentang perangkat keras jaringan juga sudah disebutkan bahwa repeater menjadi salah satu perangkat keras jaringan yang sering dipakai.


Untuk orang yang awam, jika membahas jaringan pasti akan cukup sulit dipahami apalagi jika sudah membahas tentang IP Address yang isinya angka-angka, pasti sudah banyak yang menyerah duluan. Selain itu perangkat keras jaringan juga banyak jenisnya dengan fungsi yang berbeda-beda. Jika Anda memperhatikan ada beberapa perangkat jaringan yang memiliki bentuk yang mirip yaitu antara Router, Access Point dan Repeater. Ketiganya biasanya memiliki bentuk kotak dengan beberapa antena pada bagian pinggirnya, lalu yang membedakan apanya?


Nah agar Anda tidak salah beli terutama repeater jaringan, Anda perlu mengetahui apa itu repeater jaringan. Ada juga yang menyebut repeater dengan nama range extender, jadi Anda tidak perlu bingung keduanya sama saja. Meskipun belajar jaringan internet cukup sulit, tetapi kali ini kami akan memberikan sedikit pengetahuan yang bisa mencerahkan tentang apa itu repeater dan fungsi repeater.


Apa Itu Repeater..?

Repeater berasal dari bahasa inggris ‘repeat’ yang memiliki arti mengulang/perulangan. Definisi dari repeater adalah alat yang berfungsi untuk memperluas jangkauan sinyal WiFi yang lemah dari WiFi utama. Untuk bisa menggunakan repeater paling tidak Anda harus mendapatkan siyal terlebih dahulu kemudian baru disebarkan dengan sinyal yang lebih kuat. Dengan menggunakan repeater maka pengiriman data dari satu node ke node lain akan memiliki kualitas yang sama.



Selain repeater untuk WiFi, ada jenis satu repeater lagi yaitu untuk kabel. Fungsi repeater kabel ini untuk menguatkan sinyal data yang ditransmisikan melalui kabel jaringan, biasanya setiap jarak berapa meter Anda perlu menambahkan repeater kabel agar sinyal data tetap kuat. Pengunaan repeater ini biasa untuk kabel jaringan yang menghubungkan dua lokasi yang sedikit jauh.


Fungsi Repeater

Ada beberapa fungsi penting yang dimiliki repeater, diantaranya seperti berikut ini:


  • Untuk mencakup daerah yang memiliki sinyal lemah dari jaringan server.
  • Untuk memberikan kemudahan akses sinyal wifi dari server utama.
  • Untuk memperluas jangkauan sinyal dari WiFi utama.


Jenis Repeater

Adapun beberapa jenis repeater yang ada saat ini antara lain:


Telephone repeater

Telepon repeater merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi untuk menguatkan sinyal telepon yang melemah karena jarak yang jauh. Alat ini biasanya dipasang pada saluran telepon jarak jauh agar sinyal yang diterima antar pengguna bisa selalu bagus.


Optical Communications Repeater

Optical communication repeater ini merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi untuk menguatkan sinyal pada kabel fiber optic.


Radio Repeater

Jenis repeater yang terakhir adalah radio repeater. Repeater jenis ini fungsinya untuk menguatkan sinyal radio termasuk jaringan WiFi. Jenis radio repeater seperti ini biasanya memiliki bentuk dengan beberapa antena yang berfungsi sebagai receiver dan transmitter.


Cara Kerja Repeater

Wireless Repeater

Mungkin diantara Anda ada yang belum tahu bagaimana sebenarnya cara kerja dari repeater itu. Nah sesuai dengan fungsinya, repeater tugasnya untuk memancarkan sinyal kembali. Sebelum dipancarkan, sinyal yang diterima dari server masuk ke antena receiver repeater. Sinyal yang diterima ini akan menjalankan perubahan frekuensi sehingga bisa dirubah menjadi sinyal yang lebih kuat.


Dalam prosesnya, repeater menggunakan dua sistem yang sering dipakai yaitu sistem analog dan sistem digital. Sistem analog repeater mengirimkan sinyal berupa data analog. Sedangkan untuk repeater digital sinyal yang dikirimkan berupa data digital, yaitu berupa angka binary.


Demikianlah pembahasan mengenai apa itu repeater, fungsi repeater dan cara kerja repeater. Repeater memiliki fungsi untuk menerima sinyal dari suatu jaringan kemudian dipancarkan lagi dengan sinyal yang lebih kuat. Setelah Anda tahu tentang repeater, jangan sampai salah lagi saat membeli perangkat keras jaringan.


Perlu diketahui bahwa Qwords selain memiliki layanan penjualan domain hosting, VPS server, SSL, email marketing dsb, Qwords juga selalu berupaya untuk memberikan konten-konten tentang IT kepada semua pelanggannya. Jika Anda saat ini belum bergabung dengan Qwords, silahkan langsung saja buka websitenya dan temukan berbagai keperluan website Anda dengan harga terbaik.


Mengenal Bridge

Bridge connection merupakan perangkat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local Area Connection) dengan jaringan lokal yang lain. Bridge mempunyai kelebihan yaitu dapat mengbungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ethernet dengan Fast Ethernet.



Bridge berjalan pada Data Link Layer pada network model OSI (Open System Interconnection). Oleh karena itu Bridge dapat menghubungkan jaringan komputer dengan metode transmisi atau medium access control yang berbeda. Selain itu Bridge juga dapat mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya.

Fungsi Bridge

Bridge yang merupakan alat untuk menghubungkan dua buah jaringan komputer LAN yang saling terpisah. Melalui Bridge ini, tiap user di kedua jaringan komputer LAN tersebut bisa saling berkomunikasi dan bertukar data. Selain fungsi dasar tersebut, Bridge juga memiliki fungsi lainnya seperti:

Menghubungkan 2 Jaringan LAN yang Terpisah Jarak

Pada fungsi Bridge bagian ini dapat diartikan semisal, sekolah yang terdiri dari beberapa bangunan yang saling terpisah satu sama lain. Nah, jika setiap gedung memiliki jaringan LAN sendiri dan saling terhubung dengan Bridge, maka Bridge pastinya akan lebih ekonomis, daripada harus menyambungkan semua tempat dengan kabel.

Memudahkan Mengelola Jaringan Sendiri

Jika setiap departemen di dalam sekolah memiliki kepentingan dan perangkat, server, atau workstation berbeda, maka akan lebih efisien jika memiliki jaringan LAN sendiri-sendiri. Kepentingan atau tujuan departemen yang berbeda akan lebih nyaman bekerja, jika memiliki jaringan komputer otonom sendiri. Jika ingin terhubung ke departemen lain, maka bisa dengan menggunakan bantuan dari Bridge ini.

Mengurangi Beban Jaringan

Fungsi Bridge dalam hal ini misalnya ada banyak user yang mengakses data berukuran besar dalam server dalam waktu bersamaan. Jika hanya mengandalkan satu LAN tunggal saja, maka akan menghambat performa jaringan dalam memenuhi permintaan setiap user. Oleh karena itu, alangkah lebih baik menggunakan banyak LAN namun saling terhubung ke server melalui Bridge.

Fungsi Bridge Lainnya

Fungsi Bridge lainnya bisa memperkecil jaringan yang luas menjadi lebih kecil dan mampu memonitor hal tersebut. Bridge juga mmapu mengontrol broadcast jaringan yang melalui Bridge.

Fungsi Bridge juga mampu memindahkan data melalui intermediate network dengan tipe protokol sama sekali berbeda. Fungsi Bridge juga mampu mengopi frame data dari satu jaringan dengan syarat jaringan itu masih terhubung dengan Bridge dan jaringan yang lainnya.

Cara Kerja Bridge

Terkadang cara kerja Bridge sering disamakan dengan repeater. Padahal Bridge lebih canggih dari repeater. Dimana repeater menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, lalu mengirimnya ke kabel jaringan secara ‘buta’ tanpa memperhatikan isi pesan. Namun tidak begitu dengan Bridge, Bridge dapat memetakan setiap alamat user atau Ethernet yang ada di dalam jaringan komputer.

Kalau Bridge sudah menerima paket data, maka Bridge akan menemukan tujuan dan sumber data yang dikirim. Jika tujuan pengiriman tidak dikenali, maka Bridge akan menolaknya. Namun sebaliknya, jika tujuan dan sumbernya sesuai maka paket data akan diteruskan ke alamat yang dituju.

Macam-macam Bridge

Terdapat beberapa macam Bridge yang digunakan. Tentunya Bridge ini memiliki fungsinya masing-masing. Kali ini, ada tiga jenis Bridge yang paling umum digunakan untuk membantu, membagi, dan menghubungkan satu jaringan ke jaringan yang lainnya. Berikut macam Bridge yang biasa digunakan:

Bridge Lokal

Yang dimaksud dengan Bridge lokal adalah sebuah Bridge yang menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain yang lingkupnya masih lokal. Lokal dalam hal ini berarti masih dalam satu sistem jaringan. Bridge lokal lebih pendek dan sederhana.

Bridge Remote

Bridge remote jangkauannya lebih luas ketimbang Bridge lokal. Bridge remote menghubungkan LAN satu dengan LAN yang lain. Dari hubungan ini terbentuklah sebuah sistem jaringan yang disebut dengan WAN atau Wide Area Network.

Bridge Nirkabel

Bridge nirkabel memiliki fungsi yang lebih rumit dan berat ketimbang dua jenis Bridge yang sebelumnya. Bridge nirkabel ini bertugas menghubungkan jaringan LAN kabel dengan LAN nirkabel atau beberapa media yang koneksinya menggunakan sistem wireless.

Network Interface Card (NIC)

Kartu jaringan (Inggrisnetwork interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Jenis NIC yang beredar, terbagi menjadi dua jenis, yakni NIC yang bersifat fisik, dan NIC yang bersifat logis. Contoh NIC yang bersifat fisik adalah NIC EthernetToken Ring, dan lainnya; sementara NIC yang bersifat logis adalah loopback adapter dan Dial-up Adapter. Disebut juga sebagai Network Adapter. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis atau dapat diubah oleh pengguna.



 Kartu Jaringan atau disebut dengan istilah NIC (Network Interface Card) atau LAN Card atau Etherned Card merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antar komputer. Kebanyakan Kartu Jaringan berjenis kartu internal, yaitu kartu jaringan yang di pasang pada slot ekspansi di dalam komputer.

Berikut adalah fungsi dari Network Interface Card (NIC) diantaranya
Network Interface Card (NIC) :

  • Peranti yang menyambungkan kabel jaringan dengan komputer.
  • Peranti yang menyediakan pengalamatan secara fisik. Artinya kartu jaringan memiliki kode tertentu yang unik.

Jenis- Jenis Network Interface Card (NIC) diantaranya :

  • Network Interface Fisik / Physica
    Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
  • Network Interface Logis / Logical
    Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.

 JARINGAN KOMPUTER  TUGAS PERTEMUAN 6 PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA  NAMA :      ELSALIANA NIM:           19190017 KELAS :      19.2A.28 TUGA...